10 Alasan Mondok, Nomer 6 Paling Oke!

Gambar 1: Judul
Siapa yang gak kenal sederet kata ini "Mondok, Santri, Pesantren"? Mayoritas orang pasti kenal dong ya. Nah kali ini Famotiva akan membahas artikel secara singkat seputar dunia pesantren. 
Wah, apalagi sekarang moment yang pas nih karena mungkin banyak bapak atau ibu yang sedang cari sekolah untuk melanjutkan pendidikan sang anak. Bingung antara masukin anak ke pondok atau tidak. Nah, disini akan Famotiva kupas tuntas 10 alasan kenapa sih orang harus mondok?


1. Mendalami Ilmu Agama 
InsyaAllah, judulnya sih udah ngejawab banget ya. Kalau ditanya kenapa kita harus mondok? Kenapa anak harus mondok? Jawabannya jelas pondok atau pesantren adalah tempat yang pas bagi seseorang untuk memperdalam ilmu agama. Dilihat dari kurikulumpun pesantren memang sudah bidangnya untuk belajar segala yang berkaitan dengan nilai keislaman. Ada pelajaran Al-qur'an, Al-Hadist, Ushul Fiqh, Nahwu, Sharaf, Fiqih, Bahasa Arab, dsb. 
Eits jangan dikira belajarnya hanya dari buku-buku biasa loh. Di pesantren, kita akan mempelajari kitab kuning atau istilah tenarnya kitab gundul. Dimana kita mempelajarinya secara begitu terperinci. Makanya gak heran orang-orang yang bisa baca atau mengajarkan kitab kuning, kemungkinan besar dia pernah pesantren. Karena apa? Emang pesantren tempat yang cocok untuk akang, teteh, adek atau siapapun yang ingin mendalami ilmu agama lebih jauh. Tentunya belajar dengan didampingi oleh ahlinya, yaitu para kyai, nyai, ustadz atau ustadzah. So, mau tahu dan memahami ilmu-ilmu agama lebih luas. Mondok jawabannya, hehe.

2. Mahir Berbahasa (Terutama Bahasa Arab dan Inggris) 
Alasan selanjutnya adalah dengan adanya kalian di pondok, kalian berarti harus siap untuk belajar dan mahir berbahasa. Nah, teman-teman di pondok itu biasanya digunakan bahasa sehari-hari dengan bahasa Arab dan Inggris. Jadi misalkan kalian bercakap-cakap dengan teman, ya gunakan bahasa Arab atau Inggris. Biasanya di setiap pesantren ada pengurus bahasa, jadi memang udah peraturannya para santri untuk "melek" dan terbiasa cincay dengan bahasa asing, terutama bahasa Arab dan Inggris. Tenang kok, gak akan sekaligus. Biasanya bertahap sesuai dengan kelasnya. Nah, makanya karena udah terbiasa bercakap dengan bahasa asing, gak heran kalau lama-lama para santri mulai menguasai kedua bahasa itu. 

3. Menjadi Hafizh/Hafizhah 
Subhanallah, siapa disini yang mau jadi penghapal Al-qur'an? pasti banyak deh yang mau. Bukan hal asing lagi, pasti setiap muslim bercita-cita menjadi hafidz atau hafidzah. Seperti yang kita semua tahu, kemuliaan para penghafal Al-qur'an tentu sangat besar. Dan buat sahabat yang ingin keluarganya menjadi penghafal kalam Allah. Coba deh masukin pesantren, karena apa? Di pesantren ini memang kesehariannya untuk dididik dan dilatih untuk mencintai Al-qur'an begitu dalam. Contoh, habis sholat subuh berjamaah ada pengajian bersama kyai atau para guru. Belajar di kelas, kemudian dilanjut setoran hafalan. Ba'da maghrib atau isya berjamaah di masjid biasanya mengaji lagi. Tergantung jadwal di tiap-tiap pesantren. 

Nah, kalau memang serius ingin mencetak manusia-manusia yang berakhlakul Qur'ani atau memiliki hafalan qur'an yang bagus, pesantren tahfidz qur'an sekarang juga banyak. Disetiap wilayah juga mulai tersebar. Yuk yuk yuk mondok. Kalian akan tahu gimana nikmatnya menghafal ayat demi ayatNya dengan penuh khusyu. Tentunya hafalan pun akan disimak atau dites langsung oleh para guru-guru.

4. Membentuk Karakter yang Agamis 
Alasan selanjutnya kenapa kudu mondok? yap, karena di pondok kita akan dilatih membentuk pribadi yang islami. Manusia-manusia yang berkarakter terpuji. Akhlaknya agamis. Seperti yang kita tahu, lingkungan salah satu faktor penentu terbentuknya pribadi seseorang. Gak heran dong karena tinggal bersama para kyai, nyai, asatidz dan asatidzah kita diajarkan untuk menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah. Dibimbing dengan cara seperti apa? banyak. Diantaranya lewat pelajaran yang diajarkan di pesantren, peraturan di pesantren, wejangan atau nasihat ketika mengaji, dsb. 

5. Menjaga Pergaulan dari yang Tidak Baik 
Tahu kan zaman dewasa sekarang pergaulan semakin menakutkan. Istilahnya adalah pergaulan bebas. Campur baur antara lelaki dan perempuan seakan sudah menjadi hal lumrah. Pasalnya kita sudah digelapkan oleh setan dengan nafsu yang ada dalam diri kita. Nah, bebasnya itu juga kan diakibatkan dari banyak hal. Entah karena pergaulan di rumah, di sekolah atau karena teman dari temannya yang sudah terlampau bebas. 

Di pondok ini antara putra dan putri dipisah. Tidak boleh bertemu secara langsung. Selain karena pendidikan agama yang sudah ditanamkan, tidak bolehnya bertemu juga sebagian dari peraturan pondok. Jadi buat bapak ibu, akang teteh yang mau menjaga pergaulan anaknya, saudara ataupun kerabatnya, silahkan pondokkan. Karena di pondok akan membatasi pergaulan muda-mudi untuk tetap terarah dalam pergaulan yang sehat. 

6. Mendapat Bimbingan Langsung dari Kyai, Ustadz atau Ustadzah 
Oke banget kan pointnya. Hehehe.... beneran loh kalau kita mondok, kita akan ngerasain yang namanya belajar, ketemu, berbagi dan bimbingan secara langsung oleh para kyai atau nyai. Bagaimana karamah beliau-beliau menjadikan para santri mendapat kesejukan batin. Kita bisa meminta solusi, pendapat atau nasehat langsung dari beliau-beliau. Bahkan gak heran banyak para santri yang rela mengantri agar bisa sungkem atau saliman dengan beliau semua. 

Kalau misalkan di rumah, biasanya kita belajar agama hanya lewat buku atau liat siaran tivi. Di pondok kita akan ngerasain secara live loh... langsung bisa kita lihat teduhnya wajah kyai atau ustadz. Juga nyai dan ustadzah yang mengajar. MasyaAllah, belum lagi keberkahannya bila kita berbakti kepada mereka. Hmm... intinya mondok dulu aja. Nanti tau gimana rasanya.. :)
Gambar 2:  Mendengarkan Nasihat Kyai

7. Mendidik Diri untuk Mandiri 
Yeay... predikat kamu sebagai anak manja akan see you kalau kamu jadi anak santri. Secara kehidupan pesantren akan membuat kamu belajar untuk mandiri. Contoh nih, makan ngantri, mandi ngantri, nyuci gosok, dan sebagainya. Dengan mondok, kita akan lebih menghargai waktu yang kita punya. Dulu di rumah biasa mengandalkan ayah atau ibu. Di pondok jangan harap kalian akan seperti itu. Sosok mandiri akan tumbuh dalam diri kita. Dan kalian pastinya akan berpikir semakin dewasa, karena semua hal dari mulai melek mata sampai merem lagi akan kalian lakukan hanya dengan diri kalian sendiri. Jadi, bye bye anak manja... Selamat datang pribadi yang mandiri.

8. Menambah Banyak Teman 
Jelas dong ya, di semua sekolah pasti kita akan nemuin teman baru yang banyak. Tapi di pondok, bukan cuma teman yang kita miliki. Mereka bahkan seperti saudara. Kalau anak santri atau yang pernah ngalamin jadi santri, dijamin pasti nge-iyain deh. Ya kan? Ya kan?

Iyaa, di pondok kalian akan terbisa bersama selama 24 jam loh. Dari makan bareng, istirahat bareng, belajar bareng, bahkan nih... dihukum bareng (karena kenakalan bareng-bareng juga pastinya) hehe...
Intinya, kalian bukan hanya nemuin teman untuk belajar aja. Lewat pondok, kalian akan tahu rasanya punya teman tapi rasanya seperti saudara...
Yuuk ah mondokk, saudara baru udah nunggu loh. hehe
Gambar 3: Belajar Kitab Bersama Teman

9. Membahagiakan Orang Tua 
Yaa, pastinya alasan kenapa harus mondok karena ingin menjadi anak yang sholeh atau sholehah. Dan anak-anak yang baik tentu adalah dambaan setiap orang tua. Para orang tua pasti ingiiiin sekali anaknya menjadi permata hati yang menyejukkan jiwa. Nah salah satu langkah yang pas adalah dengan mondok. Karena ketika kita menjadi santri, kita akan selalu ingat bagaimana perlakuan kita yang dulunya mungkin tidak baik bisa kita ubah menjadi baik. Kita akan senang sekali ketika waktu kunjungan tiba, setelah seminggu atau sebulan tidak bertemu orang tua, lalu tiba-tiba bertemu dan bisa bercengkrama. 

10. Menambah Pengalaman dan Organisasi
Pesantren itu ibarat kita tinggal dalam suatu negara. Ada banyak peraturan, banyak kepengurusan dan tentunya akan membuat setiap orang semakin berpengalaman. Contoh, ada pengurus keamanan yang mengawasi pergaulan dan keamanan para santri. Ada bagian kesehatan, kesejahteraan, kesehatan, peribadatan, dsb. Well, masih banyak banget sebenarnya. Gak akan tuntas kalau dibahas satu tulisan. Intinya, dengan pondok segalanya lebih berbeda.

Mungkin buat yang belum pernah mondok belum kebayang cuplikan-cuplikan seperti diatas. Tapi buat anak santri atau mereka yang pernah mondok pasti akan bernostalgia dan merindukan masa-masa itu. Rasanya, nano-nano. Tapi yang jelas, kalian gak akan nyesel karena udah mondok. Mereka yang lahir dari pesantren justru memiliki kualitas dan kuantitas yang lebih baik. Baik dari mental ataupun pola pikir. InsyaAllah. 

Jadi kapan nih mulai mondok? :D

0 comments