Blogger Full Time Atau Blogger Part Time?

Blogger Full Time Atau Blogger Part Time?


Saya ngga pernah punya bayangan kalau akan jadi blogger. Ngga pernah ada impian juga untuk jadi blogger. Saya hanya ingin jadi penulis yang bisa nerbitin buku. Titik. Eh, bentar, lama-lama karena kebanyakan mimpi, saya sadar semua mimpi itu ngga akan jadi kenyataan jika hanya mimpi dan berandai-andai. Ngga ada hasil, tanpa usaha. Ya, kan?

Setelah, lama berharap bisa jadi penulis buku. Lama-lama bosen juga. Saya ngga mau gini-gini aja, okelah kalau naskah belum bisa terbit di penerbit mayor. It's okay. Soktegar. Wkwkw. Alhasil, yaudalah mending nulis dan nerbitin sendiri. Dan... Taaraa... ngebloglah jawabannya! Dengan begitu, kita bisa menulis, mengedit dan menerbitkannya sendiri.

Sejujurnya, saya ngga pede kalau ada yang bilang saya blogger. Secara masih banyak ilmu dan kurangnya pengalaman. Soal coding juga masih banyak yang harus saya dalami. Hiks, tapi tak mengapa? Saya akan berusaha untuk terus belajar, belajar dan belajar. Demi menghasilkan konten yang lebih baik lagi, juga memberikan manfaat untuk orang banyak. Aamiin.

Yang menjadi pertanyaanya, pilih mana antara blogger full time atau blogger part time?

Untuk saat ini, jawabannya adalah blogger part time. Tapi untuk saat ini lho! Tapi beberapa waktu ke depan, bisa jadi berubah. Hehehe. Bukan labil lho ya. Tentu ini saya putuskan atas beberapa pertimbangan di bawah ini.

Pertama, saat ini masih punya pekerjaan utama yaitu sebagai karyawan. Kerja dari pagi sampai sore. Dari senin sampai jumat. Membuat saya harus bertanggung jawab, amanah dan disiplin terhadap tugas yang diberikan. Meskipun tidak selalu padat, tapi bagi saya blogging harus memiliki waktu khusus. Supaya nulisnya juga enak dan bisa lebih leluasa. Pastinya, lebih fokus juga dalam blogging.

Kedua, koneksi internet yang terkadang tidak mendukung. Ngeblog itu bukan hanya modal niat, semangat dan nulis saja. Tapi juga harus terhubung dengan jaringan internet. Inilah alasannya, mengapa masih memilih jadi blogger part time? Karena ngeblognya sesuai dengan keadaan internet. Kalau ada internet ya ngeblog. Kalau ngga ada, ya sok disimpen di note smartphone dulu. Ckckck.

Ketiga, kondisi laptop yang kurang mendukung. Ini alasan lain, mengapa saya masih betah untuk menjadi blogger part time? Secara alat yang mendukung kinerja ngeblog alias laptop, kurang nyaman untuk dibawa pergi ke luar rumah. Berhubung tak lagi berbatrei, jadilah untuk menghidupkannya harus disambungkan ke stop kontak atau istilah tenarnya, colokan. Hehehe. Semoga tahun depan, bisa kebeli atau dapat hadiah laptop baru. Aaamiiin.

Selain karena alasan-alasan di atas, memang dari awal niat saya ngeblog untuk mengungkapkan rasa suka saya dalam menulis saja. Tidak untuk yang lainnya. Meskipun lambat laun, saya mengerti ngeblog juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah selama kita produktif, kreatif dan mampu membuat konten yang bermanfaat.

Namun, saat ini saya memilih menjadi bloger part time dulu. Sembari belajar dan terus praktek dalam dunia blogging. Kedepannya jika dirasa sudah maksimal, semoga saya bisa menjadi blogger full time dan bisa terus berkarya dalam dunia kepenulisan. Aamiin.

Kalau saya pilih jadi blogger part time, kalau kamu?

0 comments

HUT Bukalapak