Jemputlah Ridho Allah, Pada Ridho Bapak Ibumu

Image result for image parent muslimSalam damai nan sejahtera teruntuk pembaca budiman dimanapun kalian berada. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan kecil ini. 

Semoga Allah selalu memudahkan kita menjadi hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa, menjadi anak yang sholeh dan solehah. Aamiin..
Well.. bicara tentang anak, ibu dan bapak, tentu kita semua tahu ini adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.
Sejak didalam kandungan kita sudah membuat payah ibu kita, mau makan mual dan muntah. Kandungan membesar, tidur serba salah. Bahkan menginjak usia kandungan yang tua kita menendang-nendang, menyikut dan membuatnya merasa sakit. Walaupun begitu seorang ibu tak pernah marah, bahkan ia sangat bahagia atas karunia yang Allah SWT titipkan padanya. 

Setelah lahir kedunia, kita langsung menjerit dan menangis semampu yang kita bisa, tapi seorang  ibu dan ayah tak memarahi tingkah  kita saat itu. Sang ayah justru langsung mengadzankan dan mengiqamatkan pada telinga kecil kita. Kaki-kaki kecil terus meronta, tapi sang ibu mengecup dengan mesra. Inilah bukti-bukti cinta yang tak kita sadari saat itu. 

Berkat ayah kalimat pertama yang kita dengar adalah kalimat tauhid. Lafadz-lafadz yang bernuansa mengagungkan keesaan Allah SWT. Sedari kecil sudah diperkenalkan kepada Rabbnya, kemudian dididik, diasuh dan dibesarkan hingga dewasa. Dari bukan siapa-siapa menjadi seorang yang bisa apa-apa. Dari kerjaan hanya bisa menangis dan buang air hingga menjadi seorang yang berarti. 

Selama it upula tak pernah ada rasa jenuh dan bosan yang hinggap dalam diri ayah dan ibu kita. Mereka penuh ketekunan dan kesabaran  untuk  senantiasa membimbing sang buah hati agar bisa menjadi manusia yang berbudi dan beraklakul karimah. Rasulullah SAW  telah  bersabda : "Ridhollah fii ridhol walidain, wasukhtullahi fiisuktilwalidain" yang artinya adalah ridho Allah ada pada ridho orang tua dan murka Allah ada pada murka orangtua.  ( HR. Hasan. at-Tirmidzi : 1899).
Namun sayang sungguh sayang, pengorbanan yang terus diberi kadang menutup mata hati. Kasih dan sayang yang tulus seakan-akan tak ubahnya menjadi roda-roda yang terus berputar, berlalu begitu saja tanpa membekas dalam jiwa.  Kini sang anak yang tumbuh kian dewasa, justru mulai berani membentak dan memarahi. 

Dulu sang ibu rela tak tidur semalaman demi sang mutiara hati yang sakit demam tinggi. Ia merawat dan berdoa semoga tuhan mengasihani anaknya supaya bisa ceria seperti biasa. Kini, saat tumbuh dewasa sang anak mulai sibuk dengan kehidupannya yang baru, dengan pendidikannya, cita-citanya hingga kadang lupa untuk sekedar bertanya "Apa kabar ibu hari ini?" atau "Ayah, apakah ada yang bisa kubantu?". 

Seringkali mereka bangun di sepertiga malam, memastikan bahwa sang anak tertidur dengan lelap, sedangkan sang ibu sibuk menepuk nyamuk-nyamuk nakal yang hinggap di tangan, kaki dan kening sang buah hati. Tak rela melihat kondisi yang seperti itu, nurani orang tua pun bergerak, tak rela ada satu hal pun yang menyakiti sang anak yang tertidur pulas. Seorang ibu dan ayah mampu mengurus lebih dari satu anak, tapi puluhan anak terkadang tidak sanggup mengurus ibu atau ayahnya.

Inilah betapa mirisnya kehidupan yang kini terjadi di tengah-tengah kita. Seperti, seorang anak rela memukul, mencaci dan membentak sang ibu atau ayah hanya karena satu  keinginan yang tak dipenuhi. Padahal dibalik itu semua orangtua begitu berjasa, rela siang dan malam mencari nafkah dibawah teriknya sinar matahari asalkan kebutuhan hidup sang anak dan istri terpenuhi dengan baik.

Belum lagi seorang ibu, beliau rela bangun  lebih dulu daripada seluruh penghuni rumah untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang harus diberikan kepada anak dan suaminya. Berlari kesana kemari, menyiapkan dengan sesempurna yang mereka bisa. Menyiapkan sarapan, membersihkan isi rumah, menyipakan seragam ayah dan kita, membuat bekal untuk dibawa, dan masih banyak lagi yang dicurahkan oleh sosok bernama ibu.  

Belum lagi soal pendidikan, beliau adalah guru pertama yang mengajarkan sang buah hati kata-kata indah. Sambil belajar berbicara, kita juga diajarkannya bagaimana membaca huruf demi huruf. Dan masih banyak hal yang diajarkannya guna mengharapkan sang anak mampu menjadi manusia yang cerdas dan berbudi. 

Dialah ibu, malaikat tanpa sayap yang memiliki surga dibawah telapak kakinya. Namun sayang sungguh sayang, untuk semua hal yang telah dilakukannya susah payah, masih saja mulut ini mengeluh tentang makanan yang kurang lah, tentang ini dan  itu lah. Seperti  kaca yang pecah, hatinya hancur berkeping-keping saat anaknya mulai berani melawannya, membantah bahkan melemparkan barang karena hal-hal sepele yang mungkin belum dipenuhi oleh ayah atau ibu. 

Image result for image parent muslimPadahal telah begitu jelas dan detail sekali Allah SWT telah berfirman yang artinya : "Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24). 

Ya Allah, jangankan untuk melawan, membantah atau mengacuhkan wajah, berkata "AH" saja tidak boleh, apalagi jika seorang anak melakukan hal yang menyakiti hati orang tuanya hingga membuatnya menangis, maka tentu Allah SWT tidak akan ridho kepada anak tersebut. Naudzubillahi min dzalik 

Mulai saat ini marilah kita ubah segala hal yang buruk, sifat yang tercela terhadap ibu dan bapak kita. Mari temui bapak dan ibu, berikan salam dan hormati mereka dengan sebaik-baik penghormatan, karena tugas kita adalah berbakti kepadanya. 

Maka berikanlah bakti yang membuatnya merasa bahagia karena memiliki kita, anak yang soleh dan solehah. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah SWT yang diridhoinya. Mari jemputlah ridho Allah SWT dengan menjemput ridho orang tua.

Wallahu a'lam

0 comments