3 Harapan Besar dari Jumpa Penulis 2018


Hidup ini memiliki kepingan-kepingan kejutan yang tak pernah kita tahu.” Begitu seorang mentor mengatakan. Sampai detik ini, ucapannya seakan masih terngiang tak hanya dalam ingatan tapi juga perasaan.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, saya sudah jatuh hati dengan kegiatan membaca. Setiap akhir pekan, saya membeli majalah anak, Bobo. Alangkah senangnya, setiap kali menghabiskan waktu untuk membaca majalah kesayangan. Lambat laun, bukan hanya majalah, buku-buku anak juga habis dirampungkan. Menginjak remaja, berbagai novel, buku, antologi mulai berjajar memenuhi lemari.

Sampai suatu hari hati berucap, “Suatu saat nanti, aku juga ingin menerbitkan buku.” Seakan itu seperti doa yang terpendam, membuat saya terpacu untuk segera menulis dan menghasilkan karya. Namun agar bisa maju, kita tak hanya perlu ilmu, tapi guru juga pengalaman.

Inilah yang membuat saya ingin sekali bisa belajar kepenulisan langsung  kepada ahlinya. Mereka yang telah melahirkan maha karya yang menggugah jiwa. Para pejuang yang berbagi kisah perjalanannya dalam menulis hingga terbitlah buku-buku terbaiknya. 
 
Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Sebuah e-mail dari KMO Indonesia muncul di inbox. Isinya menyatakan bahwa KMO Indonesia mengadakan JUMPA PENULIS 2018 yang menjadi seminar LITERASI TERBESAR di Indonesia.  Acara ini akan diadakan di Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Pada Minggu, 30 September 2018, pukul 08.00 – 17.00 WIB.  

Sebagai pejuang literasi, rasanya sayang sekali bila melewati event tahunan ini. Sebuah tiket tentu tak seberapa dibandingkan ILMU DAGING yang akan 8 penulis nasional sampaikan nanti. Pembicara yang luar biasa tersebut adalah ustadzah Oki Setiana Dewi, bunda Helvi Tiana Rosa, bunda Sinta Yudisia, ustadz Nasrullah, kang Pidi Baiq, kang Dewa Eka Prayoga, kang Rendy Saputra, dan kang Tendi Murti. 

Jangan tanya apa yang saya harapkan pada acara JUMPA PENULIS 2018? Karena banyak sekali. Di antaranya:
Sebagai newbie, saya merasa haus sekali akan ilmu kepenulisan. Jauh-jauh hari siap menyediakan “gelas kosong” untuk menampung ilmu yang akan mereka tuang habis-habisan. Baik menulis fiksi ataupun non fiksi. Saya ingin mempelajari itu semua kepada mereka yang telah membuktikan keberhasilannya dalam kiprah di bidang literasi.
Sebagai pemula, harapan saya pada acara jumpa penulis 2018 adalah ingin memperoleh motivasi langsung dari para penulis, para pembicara yang begitu luar biasa. Saya sadar, motivasi saya dalam menulis terkadang surut. Ibarat lampu, terkadang tiba-tiba redup. Begitu hadir di acara jumpa penulis 2018, semoga saya bisa memperoleh motivasi menulis langsung dari semua pembicara.
 
    Selain mendapatkan ilmu, pengalaman, serta motivasi dari para penulis yang luar biasa. Saya juga berharap bisa membangun networking yang baik dengan para pecinta literasi lainnya. Kedepannya, semoga tidak hanya saling mengenal tapi juga bisa memperjuangkan literasi bersama-sama.

Semoga harapan ini benar-benar terwujud melalui seminar Jumpa Penulis 2018. Kedepannya, semoga semakin banyak teman-teman yang bergabung memanfaatkan kesempatan emas ini. Termasuk kamu yang membaca ini!






0 comments