Dari Pahlawan Untuk Kemanusiaan









Gambar 1:  Data Penduduk Miskin Maret 2017 Sumber BPS 
Kepapaan, kekurangan dan kemiskinan adalah sederet persoalan yang kompleks dan kerap menaungi kehidupan masyarakat di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik mengungkapkan bahwa persentase penduduk miskin Indonesia di bulan Maret 2017 tercatat 10,64 persen. Setidaknya ada 27,77 juta penduduk yang berada dalam garis kemiskinan.  Tercatat meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah 27,76 juta orang. Segala konflik mulai dari rumah-rumah yang tak layak huni, sekolah-sekolah yang mulai roboh, jembatan-jembatan yang rusak parah, bahkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang memprihatinkan seakan menjadi topik yang tak ada habisnya.

Seperti yang kita ketahui, kemiskinan tidak lahir begitu saja. Beberapa faktor menjadi alasan terbentuknya garis-garis kesusahan dalam nilai sosial. Seperti pendidikan yang kurang, minimnya keterampilan, bertambahnya pengangguran, rendahnya rasa kepeduliaan dari sesama,dll. Tanpa kita sadari sifat kesenjangan sosial semakin nampak. Ketimpangan antara yang satu dan yang lain semakin terlihat. Seakan ada pembatas antara si Kaya dan si Miskin. Yang kaya enggan bergaul dengan yang kurang. Yang kekurangan malu untuk bersosial bersama yang berlebih. Konflik utama belum berkesudahan, timbul masalah sosial lainnya.

Dalam hadist disebutkan, Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda “Sesungguhnya Allah Swt tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian.” (HR. Muslim)

Sebagai seorang muslim kita perlu merenung dan berpikir, apa yang harus dibanggakan dengan harta yang kita miliki. Jika pada akhirnya semua itu ditinggalkan dan tidak dibawa sama sekali, kecuali amal soleh. Betapa mirisnya jika kita hidup serba melimpah namun tetangga atau saudara-saudara kita harus berjuang dalam hidup serba kekurangan. Minimnya rasa empati jika kita hanya menyaksikan penderitaannya tanpa mengulurkan bantuan sedikitpun.

Miskin yang sesungguhnya adalah miskin hati. Saat melihat orang-orang disekitar membutuhkan bantuan, tapi kita acuh seolah tak melihat kesukaran yang mereka rasakan.

Jika bukan kita yang memperdulikan mereka, siapa lagi?
Jika bukan kita yang memberikan partisipasi, siapa lagi?

Maka alangkah indahnya jika kita menjadi pahlawan demi sebuah perubahan. Perubahan menuju hidup yang lebih layak, lebih baik dan lebih berarti bagi mereka, saudara kita. Karena bahagia yang sebenarnya adalah saat kita mampu membangun kebahagiaan untuk orang lain.
Gambar 2:  Ilustrasi Hero Zaman Now

So, let’s be a hero zamannow!

Berbicara tentang perubahan, tentu segalanya harus dimulai dari awal, dari yang terkecil. Sebab nantinya yang kecil akan menghasilkan sesuatu yang berdampak besar di kemudian hari. Maka hal yang pertama harus diperbaharui adalah sisi kemanusiaan.

Setiap orang tentu berhak untuk memiliki unsur A3 dalam hidupnya. Asah, asih dan asuh sebagai landasan pokok kemanusiaan. Asah yang berarti keperluan untuk mendorong mental seseorang. Sedangkan asih keinginan yang datang dari perasaan atau jiwa seseorang. Terakhir, asuh yaitu kebutuhan hidup seperti keperluan sandang, pangan dan papan yang mencukupi.

Tentu sebagai bentuk kepedulian, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Diantaranya adalah mengadakan aktivitas sosial yang mencakup pola A3. Dan disini, pembangunan sanggar belajar dengan penerapan sistem A3 adalah salah satu solusi yang dapat memangkas persentase kemiskinan di Indonesia.








Membangun sanggar belajar di setiap wilayah baik kota dan desa, terutama wilayah-wilayah terpencil. 
Sanggar belajar ini didirikan oleh pemerintah untuk masyarakat umum, terutama kaum dhuafa. Sanggar ini berisi kegiatan sekolah-sekolah pada umumnya, namun lebih ke dasar. Membaca, menulis dan menghitung. Hal ini dibuat semata-mata meminimalisir tingginya persentase masyarakat yang buta huruf. 
Untuk kelas terbagi menjadi tiga. Kelas membaca, kelas menghitung dan kelas menulis. Dalam satu kelas dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok A untuk anak. Kelompok B untuk remaja. Kelompok C untuk dewasa. Kelas menulis dan menghitung juga demikian, terbagi menjadi tiga kelompok dengan konsep yang sama. Sanggar dibuka setiap hari Senin-Jumat. 
Gambar 3: Ilustrasi Sanggar Belajar Khusus Untuk Kaum Dhuafa di Setiap Wilayah

Adapun tenaga pengajar adalah mahasiswa dan guru sukarela. Karena seperti yang kita ketahui, mahasiswa berada dalam kondisi pematangan wawasan dan tentunya memiliki pengalaman yang cukup. Ditambah lagi membantu para mahasiswa untuk terjun dalam dunia masyarakat yang lebih luas, sehingga pola pikirnya akan berkembang lebih matang. Adapun guru sukarela adalah masyarakat umum yang memiliki pendidikan dan pengalaman yang baik. Guru sukarela ini juga harus memiliki waktu khusus untuk mendedikasikan dirinya pada masyarakat. Sebab guru sukarela bertugas sebagai pembimbing para mahasiswa sekaligus rekan mengajar di sanggar.
Disebut sanggar belajar karena pendidikan yang dibentuk berbasis non formal, dengan begitu setiap tenaga pengajar memiliki kebebasan dan keterampilan untuk memberikan konsep pembelajaran sesuai kreativitasnya.

Program Keterampilan remaja dan dewasa (Memasak, melukis, membuat kerajinan tangan, menjahit). Prograram keterampilan ini masih dalam naungan sanggar belajar yang sama. Hanya objeknya lebih terfokus kepada remaja dan orang dewasa. Salah satu faktor kemiskinan adalah rendahnya keterampilan sehingga saat mereka tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya menjadi pengangguran semata.
Gambar 4: Program Keterampilan di Sanggar Belajar

Zaman dewasa ini, sebenarnya peluang usaha justru terbuka lebar untuk siapapun, dimanapun dan kapanpun. Era digital ini sudah menjamur luas dikalangan masyarakat tanpa memandang status. Hal inilah yang nantinya akan memberikan peluang usaha bagi mereka-mereka yang terampil. Untuk itu dibuatlah program khusus keterampilan seperti memasak, melukis, menjahit dan membuat aneka kerajinan tangan. Dengan lebih mengenal dan menguasai usaha atau bisnis, akan mengubah paradigma masyarakat bahwa bekerja itu memiliki makna yang luas. 
Sebab itu program keterampilan ini dipimpin oleh para pengusaha atau pembisnis yang berhasil di bidangnya masing-masing. Diadakan setiap hari sabtu setiap pekan. Dengan begitu selain menimba ilmu, para masyarakat yang kurang mampu juga akan mengambil pengalaman dari kegiatan-kegiatannya bersama para pengajar. Harapan besar pendidikan bisa dinikmati dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa mengenal strata, jenis dan usia. Sehingga setiap orang memiliki kemampuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkannya.






Kelas konsultasi, khusus untuk masyarakat yang kurang mampu.
Kelas ini diadakan setiap hari minggu di sanggar belajar. Selain konsultasi tentang masalah-masalah yang terjadi, mereka juga bisa berdiskusi tentang kelas belajar atau keterampilan yang dipelajari. Tentunya pola asih dengan kelas konsultasi ini dipimpin oleh tokoh masyarakat, lembaga, serta guru sukarela dan mahasiswa yang mengajar. Konsultasi ini penting untuk mengindahkan program-program yang dijalani serta sebagai bentuk kepeduliaan terhadap masalah-masalah mereka. Tentu dengan harapan kelas konsultasi ini akan membenahi pola pikir, emosional dan karakter-karakter masyarakat yang kurang mampu. Yang mana notabennya setiap orang butuh sandaran atau penasihat untuk memberikan arahan dalam hidupnya.

Gambar 5: Kelas Konsultasi di Sanggar Belajar
Inilah dasar dan tujuan dibentuknya kelas konsultasi berdasar asih. Kasih mengasihi, berbagi dan saling peduli akan melahirkan rasa percaya diri serta kenyamanan untuk hidup bersosialisasi. Harapannya kelas konsultasi akan menciptakan rasa kepeduliaan, semangat dan nilai persaudaraan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat, khusunya kaum yang kurang mampu.






Komunitas asuh anak, asuh saudara untuk seluruh kalangan.
Mengasuh, mendidik, membimbing juga mengayomi bukan hanya tugas orangtua semata. Namun itu adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang status, usia juga kalangan. Sebab fenomenal yang terjadi di masyarakat saat ini beraneka macam, mulai dari anak yang besar tanpa kasih sayang orangtua, orang tua yang ingin memiliki momongan, keluarga yang hidup dalam garis kesulitan, dsb. Bahu membahu dalam menghidupkan nilai kemanusiaan dimulai dari hal-hal kecil, yaitu keluarga.
Kita mungkin acuh terhadap kaum yang lemah karena merasa tidak punya tanggung jawab terhadap mereka. Tanggung jawab untuk memberikan rasa aman, nyaman dan hidup yang lebih berharga. Disebabkan kita berpikir mereka bukanlah kerabat, saudara atau keluarga kita. Sebab itu pendirian “Komunitas Asuh Anak, Asuh Saudara” bisa menjadi salah satu solusi untuk membenahi tingkat kemiskinan.
Gambar 6: Komunitas Asuh Anak, Asuh Saudara untuk Kaum Dhuafa
Bagaimana caranya? Dengan memberikan donasi melalui dompet dhuafa sejumlah (minimal) Rp20.000,-/bulan atau memberikan bantuan pakaian, buku, peralatan sekolah kepada anak-anak sanggar belajar di  wilayah terdekat.
Bagaimana jika dirasa berat? Tentu kita bisa menabung. Kita siapkan tabungan khusus untuk “Komunitas Asuh Anak, Asuh Saudara”. Menabung ini dilakukan setiap kita merasa melakukan dosa atau kesalahan. Misal, membuat adik menangis karena ulah kita. Kemudian kita masukkan Rp 1.000,- kedalam tabungan/celengan. Setiap akhir bulan, tabungan itu kita berikan kepada anak-anak atau saudara-saudara kita di sanggar belajar. Atau jika ingin memberi lebih bisa didonasikan kepada lembaga-lembaga sosial seperti dompet dhuafa. InsyaAllah, selain berkah, komunitas ini juga akan memperkokoh nilai-nilai persaudaraan, khususnya kepada masyarakat yang kekurangan.
Harapannya, “Komunitas Asuh Anak, Asuh Saudara” akan memberikan dampak positif baik dari rasa sosialisme. Sekaligus bentuk kepedulian dan bakti kita kepada negara dengan bergotong royong meredam kemiskinan.

Mari kita tunjukkan partisipasi dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita dengan menjadi Hero Zaman Now! 
Mari menjadi pahlawan yang mengangkat derajat kemanusiaan. 
Mari berkerja sama demi mewujudkan mimpi-mimpi saudara kita.
Berikan donasi sebagai bentuk kontribusi melalui Dompet Dhuafa.
Gambar 7: Profil Singkat Dompet Dhuafa

Alamat :
Jl. Warung Jati Barat No.14Jakarta Selatan 12540, Indonesia 
Kontak:
Ph : +62 21 7821292
Fax : +62 21 7821333
Facebook : Dompet Dhuafa
Google Plus : Dompet Dhuafa
Twitter : dompet_dhuafa
Instagram : dompet_dhuafa

#BulanKemanusiaan
#HeroJamanNow
#MembentangKebaikan

Referensi:

  • https://www.bps.go.id/
  • https://www.dompetdhuafa.org/

2 comments