Jangan Sepelekan 2 Hal Ini!

Apa jadinya bila seseorang hidup sendiri, tanpa kedekatan ataupun bantuan orang lain dalam hidupnya? Tentu tidak mudah, bukan?

Apa jadinya bila sebuah batang  lidi digunakan untuk menyapu halaman? Bisakah ia digunakan?

Lalu, apakah sebutir debu bisa memberikan efek besar bagi seseorang? 



Manusia setangguh apapun tetaplah manusia, dia tidak berarti apa-apa jika sendiri. Sudah kodratnya ia lahir sebagai makhluk sosial. Maka hadirnya orang lain jelas memberikan dampak yang nyata.

Sebuah batang lidi tetaplah hanya sebuah batang, dia tak bernilai sebagai sapu jika hanya satu. Namun, lihat bila ia dikumpulkan bersama batangan yang lain. Ia akan berubah menjadi sapu lidi yang berguna.

Sebutir debu tetaplah butiran. Yang mungkin tak berarti apa-apa. Tapi rasakan bila ia masuk ke dalam mata. Tentu memiliki dampak yang tak bisa diduga.

Semua itu hanyalah sebagian contoh tentang hal-hal kecil. Sesuatu yang di mata kita, manusia, terlihat kecil. Padahal memberikan dampak yang begitu besar. Karena tidak ada sesuatu yang besar sebelum dimulai dari yang kecil.

Pun, dalam hidup. Termasuk urusan beramal. Kita sebagai manusia terkadang sibuk mencari yang besar, sampai merendahkan sesuatu yang kecil. 

Sebagai makhluk, terkadang kita sibuk memikirkan dan mencari amal besar apa yang bisa diperbuat? Hingga, kita lengah dan tak sadar bahwa yang kecil pun akan berdampak besar baik bagi dunia atau akhirat kita.

Allah berfirman dalam Al-qur'an, artinya:" Barangsiapa mengerjakan kebaikan walau sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walau sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Hanya karena bernilai kecil di mata manusia, bukan berarti ia tak berarti apa-apa. Sama halnya dalam berbuat baik. Misal menyingkirkan beling di jalan lalu membuangnya di tempat sampah, sekilas terlihat seperti kebaikan yang kecil dan tak bernilai besar. Namun betapa banyak manfaat besar setelahnya. Pun betapa banyak mudorot besar bila kita mengacuhkannya.

Boleh jadi ibadah haji yang bernilai besar bagi manusia, namun tak berarti apa-apa di hadapan Sang Pencipta. Entah, lantaran niat yang salah, harta yang digunakan dari yang tak halal lah, atau mungkin ada perkara lainnya.

Dan, boleh jadi bersedekah dengan sebiji kurma, yang bagi manusia hanya sesuatu yang tak seberapa namun berarti dan mulia dihadapan Allah Ta'ala. 

Yang kecil, boleh jadi bernilai besar bahkan mulia.
Yang besar, boleh jadi bernilai kecil hingga tak berarti apa-apa.

Kita, tidak berhak menilai sesuatu hanya karena ukuran, bentuk, takarannya. Kita bukanlah siapa-siapa, tak layak menilai dan menghakimi apakah itu bernilai besar atau kecil hanya dengan sekali melihat.

Tugas kita sebagai makhluk bukanlah menilai, tapi mengerjakannya. Amal yang menurut kita terlihat kecil, tidaklah pantas kita remehkan. Apalagi yang besar.

Baik kebaikan itu bernilai kecil atau besar, kita haruslah mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya sibuk mencari dan mengejar amal yang besar, sampai melupakan amal yang mungkin terlihat lebih kecil namun bernilai besar dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Tak hanya dalam kebaikan. Kita juga tidaklah boleh meremehkan hal kecil dalam keburukan atau kemaksiatan. Misal berkata dusta, meski hanya bercanda. Mungkin sekilas remeh, toh hanya dusta atau berbohong saja, kan bagi kita mungkin kecil dan bukan apa-apa. Toh, bukan berjudi? minum khamar? Berzina? Yang sudah jelas termasuk keburukan atau dosa besar.

Dalam hadist Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, artinya: "Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya." (HR. Ahmad dan Tabrani)

Tapi keburukan, tetaplah keburukan. Dosa tetaplah dosa. Tidak peduli itu besar atau kecil, bukan? Lantas bagaimana mungkin kita bisa meremehkannya? Bagaimana bisa kita menganggapnya kecil? 

Baik itu dalam keburukan ataupun dalam kebaikan, kita tidak boleh memandang sebelah mata. Tak pantas meremehkannya apalagi mengabaikannya. Sekecil apapun keburukan, ia akan melahirkan keburukan pula. 

Dan dalam kebaikan, sekecil apapun itu, kita tak boleh menyepelekannya. Sebab, sekalipun kebaikan itu kecil, ia akan memberikan dampak kebaikan pula.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, artinya: "Janganlah kalian menganggap remeh satu kebaikan pun. Jika ia tidak mendapatkannya, maka hendaklah ia ketika menemui saudaranya, ia menemuinya dengan wajah ramah, dan jika engkau membeli daging, atau memasak dengan periuk/kuali, maka perbanyaklah kuah dan berikanlah pada tetanggamu dari padanya." (HR.Tirmidzi)

Sekali lagi, mari kita tanamkan dalam hati, jangan sepelekan kebaikan meskipun kecil di mata kita. Dan, jangan remehkan keburukan yang kecil apapun itu. Boleh jadi, yang kecil itu justru bernilai besar di sisi Allah Azza Wa Jalla. Pun, sebaliknya.

Bukankah, hal-hal besar dimulai dari yang kecil?

Wallahu'alam

0 comments