Donor Plasma Konvalesen Itu Apa Sih?


Rasanya masih ga nyangka ya, covid ini masih berlangsung selama kurang lebih setahun. Dulu, waktu awal-awal beritanya muncul di media, rasanya dunia dibuat geger dengan kehadirannya. Sampai akhirnya, sekitar Februari/Maret 2020 virus Covid-19 ini tanpa sadar masuk juga ke Indonesia.

Awalnya satu dua terinfeksi, makin hari makin meningkat. Bulan demi bulan berlalu, Covid-19 ini bukan hanya memberikan dampak untuk dunia kesehatan, tapi hampir ke segala bidang pun kena efeknya. Pasang surut ekonomi, kehidupan sosial yang harus diperketat jaraknya, bahkan dunia pendidikan pun beralih menjadi sistem pendidikan jarak jauh berbasis daring/online. Ngga tanggung-tanggung, bahkan kebijakan Work from Home pun diberlakukan bagi para karyawan guna memangkas angka penularan Covid-19 ini.

Sekarang ketika pandemi masih terjadi dan dirasa makin darurat karena memakan banyak korban jiwa, berbagai alternatif diterapkan. Harapannya, tentu agar semakin sedikit orang-orang yang terinfeksi virus corona ini.

Salah satu metode pengobatan yang saat ini dipilih sebagai jalan efektif untuk membantu orang-orang yang positif Covid-19 adalah dengan melakukan donor plasma konvalesen.


Foto 1: Donor Plasma Konvalesen (Dok. Pribadi)

“Donor Plasma Konvalesen Itu Apa Sih?”

Mengutip dari Palang Merah Indonesia, Donor Plasma Konvalesen ini adalah salah satu metode imunisasi pasif yang dilakukan dengan memberikan plasma orang yang telah sembuh dari Covid-19 kepada pasien Covid-19 yang tengah dirawat. Alias, Donor Plasma Konvalesen ini jadi terapi dimana mereka yang sembuh akan membentuk antibodi sendiri di tubuhnya kemudian plasmanya didonorkan kepada yang sakit.

“Tujuannya Apa?”

Donor Plasma Konvalesen ini sebagai terapi tambahan untuk menjadi pendonor plasma kepada mereka yang sedang berjuang atau tengah dirawat karena positif Covid-19.

Well, masih tentang “Donor Plasma Konvalesen” itu sendiri.

Dipostingan kali ini, sedikitnya thor mau berbagi pengalaman perdana nemenin suami donor plasma di PMI DKI Jakarta. Jadi seperti dipostingan sebelumnya udah diceritakan bahwa author dan suami November akhir dinyatakan positif Covid. Alhamdulillah, qadarullah Desember awal kondisi keduanya berangsur membaik walaupun masih terus berjuang dari berbagai efek-efeknya.

Tiba-tiba, sekitar dua minggu lalu, suami dapat kabar bahwa salah seorang kakek yang masih kerabat membutuhkan donor plasma. Suami pun menerima syarat-syarat yang harus dimiliki untuk mendonor.

Berikut  syarat menjadi Pendonor Plasma Konvalesen menurut  PMI:

  •          Usia 18-60 tahun
  •         Berat badan > 55kg
  •          Diutamakan pria, apabila perempuan belum pernah hamil
  •          Pernah terkonfirmasi Covid-19
  •         Surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat
  •         Bebas keluhan minimal  14 hari
  •          Tidak menerima transfuse darah selama 6 bulan terakhir
  •          Lebih diutamakan yang pernah mendonorkan darah.

Kebetulan, golongan darah yang dibutuhkan adalah O. ketika bersedia dan data calon pendonor sudah masuk, hari berikutnya suami ditelpon pihak PMI DKI Jakarta untuk menanyakan beberapa hal, di antaranya:

“Merokok tidak?

“Pernah operasi beberapa waktu terakhir?”

“Bertato?”

“Bekam?”

Lalu ketika semua itu lolos, dari pihak PMI pun menanyakan beberapa hal selama sakit, apakah bergela atau tidak. Gejalanya seperti apa saja dan isolasinya dilakukan dimana. Kurang lebihnya seperti itu. 

Foto 2: Donor Plasma Konvalesen (Dok. Pribadi)

Kemudian setelah selesai beberapa pertanyaan. Akhirnya pihak PMI pun memberikan jadwal donornya. Saat itu pilihannya ada 2, Pukul 10.00 WIB atau 15.00 WIB. Akhirnya, suamipun memutuskan untuk mengambil jadwal yang lebih cepat. Diputuskanlah hari Selasa, 19 Januari 2021 untuk jadwal donor plasma ke PMI DKI Jakarta yang berlokasi di Jl. Kramat Raya No.RT.3, RT.3/RW.4, Kramat, Senen, Jakarta Pusat.

Berangkat dari Bekasi sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan Grab car lewat jalur tol. Sampai di kantor PMI DKI Jakarta pukul 15.00 WIB kurang. Kemudian ke resepsionis, dialihkan ke lantai 3 untuk pendonor plasma konvalesen. Sampai disana, suami harus mengisi dokumen-dokumen sebagai persyaratan. Kemudian dipanggil ke ruang donor plasma.

Foto 3: Dokumentasi Setelah Selesai Donor (Dok. Pribadi)

Setelah selesai, rupanya para pendonor mendapatkan bingkisan dari PMI DKI Jakarta. Alhamdulillah, pengalaman donor plasma berjalan lancar. Semoga  bermanfaat bagi yang menerimanya.

Nah, buat teman-teman yang sekiranya memenuhi persyaratan donor plasma seperti di atas. Ngga ada salahnya loh kalian ikutan donor plasma untuk bantu saudara-saudara kita yang tengah berjuang dalam proses penyembuhan Covid-19. InsyaAllah, akan jadi kebaikan buat kedua-duanya, baik yang menerima ataupun yang mendonorkan.

Yuk ikut donorkan plasmamu untuk bantu sesama.

0 comments

Promo Gajian Januari 2019