Menang vs Kalah


Menang vs kalah. Ah, sama saja. Dua-duanya lahir dari sebuah usaha keras dan mimpi sang empunya.

Menang vs kalah. Ah, sama saja. Tidak ada yang bisa memastikan bahwa yang menang lebih baik dari yang kalah atau yang kalah lebih buruk dari yang menang.

Menang vs kalah. Ah, sama saja. Bukankah roda terus berputar? Dan bukankah waktu terus berjalan? Toh sama saja. Menang atau kalah, pasti ada waktunya.

Menang vs kalah. Setiap orang yang menghargai dirinya, pasti tahu bahwa menang atau kalah bukanlah sebuah akhir cerita. Setiap orang pasti pernah mengalaminya.

Menang vs kalah. Yang menang belum tentu lebih pintar, yang kalah belum tentu lebih bodoh. Keduanya sama. Sama-sama berupaya dan bersinergi dari proses panjang bernama perjuangan.

Menang vs kalah. Tidak ada yang lebih tinggi dari keduanya. Bukan hasilnya yang menjadi tujuan. Itu hanyalah bonus. Tapi prosesnya lah yang harus disyukuri.

Menang vs kalah. Hei, bukankah kita terlahir ke dunia ini sebagai pemenang? Jangan berkecil hati, jika kau menemukan masa kau menjadi seorang yang kalah. Kalah bukan berarti pecundang. Selama kau jujur dan benar dalam berjuang.

Menang vs kalah. Lelah pasti jika kau selalu meminta, Oh Tuhan, jadikanlah aku pemenang. Namun, nyatanya kau terima kekalahan. Sudah pasti kecewa dibuatnya. Tak apa, kini ubahlah pola doamu dalam meminta kepadaNya. Oh Tuhan, berikanlah yang terbaik dalam hidupku. Jika memang kalah adalah jalan yang terbaik untukku, aku terima. Namun, jika menjadi pemenang adalah hadiah untukku, izinkan aku menerimanya. Nanti, kau akan mengerti, apapun yang kau terima, menang atau kalah, itulah yang terbaik untukmu.

Menang vs kalah. Dulu sekali, aku amat benci dengan kata kalah, gagal, jatuh. Ah, apapun namanya. Tapi kini aku paham, kekalahan adalah jalan dari sebuah proses menuju kedewasaan. Tidak semua yang kita inginkan selalu terkabulkan. Hidup ini bukan seperti dongeng yang merupakan karangan manusia. Tapi hidup ini adalah cerita yang telah Pencipta takdirkan untuk hambaNya.

Menang vs kalah. Jika dulu aku selalu menangis ketika aku gagal, kini tidak berarti untuk masa ini. Menang atau kalah, bagiku sama saja. Bukankah Tuhan memberi apa yang terbaik untuk kita, meski terkadang hal itu tak  kita pinta.

Menang vs kalah. Menang itu bonus. Kalah itu tiket. Jika menang, maka itu bonus atau hadiah untukmu, bahwa perjuanganmu setimpal untuk sebuah apresiasi. Namun kalah, adalah tiketmu untuk menikmati arti sebuah perjalanan dan perjuangan. Kau perlu bersabar untuk mendapatkan sebuah penghargaan atas kerja kerasmu. Tapi percayalah, itu tak lama.

Menang vs kalah. Keduanya pasti pernah kalian rasakan. Dan itu juga berlaku untukku. Suatu ketika, aku pernah merasa begitu bangga atas kemenangan itu. Sampai aku sadar, diatas langit masih ada langit. Kala itu, aku pun pernah mengalami arti sebuah kekalahan, sampai rasanya patah sudah bongkahan asa selama ini. Tapi aku sadar, menang kalah itu biasa. Itu bagaikan gula dan garam dalam masakan. Bukankah makanan jika terlalu manis berbahaya? Pun jika makanan terlalu asin juga tidak bagus. Jadi seimbang, pasti lebih baik.

Menang vs kalah. Jangan artikan kemenangan sebagai tanda akhir dari segalanya. Pun, kekalahan. Tidak ada akhir dari keduanya. Justru menang dan kalah barulah sebuah gerbang yang akan membawamu pada jalan menuju penghargaan. Penghargaan atas kerja kerasmu.

Menang vs kalah. Jangan berbangga diri jika menang. Jangan berkecil hati jika kalah. Sewaktu-waktu semua itu akan berjalan. Dan yang jadi rodanya adalah sikap dewasamu dalam menerimanya.

Menang vs kalah. Ibarat lelaki dan perempuan. Keduanya saling membutuhkan. Sering menang, khawatir sombong. Sering kalah, khawatir terlalu merendah. Bukankah, yang baik adalah seimbang? Tidak sombong ataupun tidak merendah.

Menang vs kalah. Pada akhirnya itu hanyalah sebuah cerita yang akan memiliki masa dalunya. Akan ada masa habisnya. Tidak pantas untuk dikenang atau terlalu dilupakan. Seimbangkan saja keduanya.

Menang vs kalah. Jika anda menang, itu bukan karena hasil kerja keras anda seorang diri, tapi karena campur tangan Tuhan. Jika anda kalah, itu bukan murni karena anda payah, tapi Tuhan ingin melihat anda terus berjuang dan dekat kepadaNya.

Karena pemenang sejati, ia adalah orang yang berkali-kali gagal tetap bangkit. Dan bila menang, ia tidak melangit.

0 comments