Barang-barang yang Dikoleksi di Rumah



Kegiatan mengoleksi suatu barang tentu buakn hal aneh lagi di masyarakat kita. Bahkan, di luar negeri pun menjadi hal lumrah. Nyatanya, bukan kegiatannya itu yang unik, tapi barang-barang yang dikumpulkan lah yang sebenarnya tergolong unik sehingga orang lain ingin melakukannya.

Mengoleksi atau mengumpulkan barang-barang tertentu, bisa jadi hal biasa bagi sebagian orang. Tapi menurut sebagian yang lain, boleh jadi hal tersebut menyenangkan dan bisa menghibur diri. Tergantung perspektif individunya sendiri.

Kali ini, BPN memberikan challenge tentang "Barang yang dikoleksi di rumah". Uwah, mau tidak mau, saya akan ceritakan beberapa barang koleksian saya deh! Semoga aja teman-teman tertarik untuk membacanya. Ya, siapa tahu kita punya kesamaan. Hihi.

Di bawah ini list barang-barang koleksi saya di rumah lho!

1. BUKU

Seperti yang telah diceritakan di episode sebelumnya, bahwa sejak kecil saya jatuh hati dengan dunia membaca. Karena rasa suka itulah, membuat hati saya untuk tergoda mengoleksi buku. Bahkan sebelum mengoleksi buku, majalah anak-anak pun sudah saya koleksi terlebih dahulu. Tapi, ah sudahlah. Majalah di skip aja. Wkwkw. Karena sudah tak diketahui lagi keberadaannya. Namun, untuk mengoleksi buku, wah ini yang ngga boleh kelewat! Dari komik, cerpen, novel, ensiklopedi, buku agama, buku bisnis dan lainnya menjadi koleksian di rumah. Tapi dari semua buku-buku tersebut mayoritas dipimpin oleh novel sih. Maklum lah, zaman ABG dulu maniak novel. Hahaha.

2. FOTO

Foto bagaikan kenangan yang hidup. Semua yang terpampang di foto bagaikan kisah-kisah yang berbicara. Ah, mellow deh. Bagi saya, mengoleksi foto itu kayaknya harus dilakukan deh, supaya anak cucu nanti bisa tahu foto-foto orang tua atau neneknya. Hehehe. Bahkan, koleksi foto saya dimulai dari dokumentasi semasa bayi, kanak, remaja hingga sekarang pun tersusun rapih dalam album. Lengkap dengan nama hingga keterangannya. Hahaha. Namanya juga menjaga kenang-kenangan. Sah-sah saja lah ya. Hehehe.

3. SURAT

Oh no! Ketahuan deh anak 90annya. Hehehe. Sewaktu masih kecil dan doyan-doyannya membaca, saya punya sahabat pena. Tahu kan SAPEN atau Sahabat Pena? Itu lho, sahabatan lewat surat-suratan. Tenang-tenang, sahabat pena saya juga seorang perempuan kok. Yang bikin lucunya lagi, semua surat-surat itu bahkan sudah menguning karena dimakan usia. Beberapa tahun lalu, sempat saya sortir untuk dipisah mana yang penting dan tidak penting. Nyatanya, semua surat-surat itu jika dibaca ulang mampu membuat saya tersenyum tanpa sadar. Karena lucu dan sangat polosnya saat itu. Hihi, sungguh masa kanak-kanak yang menyenangkan.

4. KADO

Manusiawi dong ya kalau kita merasa senang saat diberikan hadiah oleh orang lain. Begitu pun dengan saya yang sangat senang jika mendapat kado atau hadiah. Baik itu kado karena moment tertentu atau biasa. Buat saya, bukan tentang seberapa besar, mewah atau bagus barangnya. Itu sih variatif ya? Bagi saya yang penting ketulusan si pemberi hadiah. Hehehe. Ngga heran, beberapa kado seperti boneka, aksesoris, bros atau pajangan itu berarti banget. Dan sayang kan kalau ngga dikoleksi. Itung-itung bentuk terima kasih juga kan? 

Sebenarnya ada barang lainnya juga sih, tapi ya itu cukup mewakililah untuk menyelesaikan challenge dari BPN. hehehe. 

Apapun barangnya, yang terpenting kita bisa menjaga dan merawatnya ya, friends! Syukur-syukur jika barangnya bermanfaat. Kalau pun tidak, seenggaknya barang-barang yang kamu koleksi bisa bikin terhibur, kan?



0 comments